Jengkel dan muak, itu yang saya rasakan setiap saya buka Kompas bola sub bagian INDONESIA. Sebenarnya saya bukanlah orang yang hobby menulis, tapi karena begitu jengkelnya dengan orang orang pintar INDONESIA yang memolitisir sepak bola INDONESIA, timbul keinginan meluapkan kemarahan ini. Dibaca syukur tidakpun saya sudah sedikit lega.
Tulisan saya lebih saya tujukan pada pengurus PSSI terutama Pak DJOHAR. Karena saya melihat Bapak sebenarnya adalah orang yang baik, setidaknya diantara dari KUMPULAN ORANG ORANG YANG MERASA MENGURUS BOLA INDONESIA. Apa yang kurang dari Bapak adalah ketegasan dan keberanian. Sehingga kekurangan yang Bapak miliki dimanfaatkan ORANG ORANG PINTAR untuk menghancurkan semua rencana anda. Anda adalah ketua PSSI yang dipilih oleh sebagian besar pemilik suara,61 banding 39. Yang artinya mempunyai kuasa untuk membuat perencanaan dan keputusan. Tapi karena anda ORANG YANG BAIK dan PERAGU, jadilah rencana dan keputusan anda bak hembusan angin. Bahkan dimanfaatkan ORANG PINTAR untuk menghancurkan reputasi anda. Saya tidak tahu apakah sifat BAIK dan RAGU ini akibat Bapak harus balas budi pada penyokong Bapak. Yang akhirnya jadi bumerang bagi anda.
Pak Djohar harus ingat, bahwa di INDONESIA, Menang itu adalah kebanggaan dan KALAH itu adalah kehinaan. Jadi orang yang kalah sulit untuk mengakuinya, dan sebisa mungkin untuk menghalangi rencana orang yang menang. Apalagi orang yang menang itu membuat keputusan yang salah dan tidak familer. Maka orang yang kalah akan berubah seperti Kurawa dalam cerita Abimanyu Ranjap. Semua bersiap untuk meranjab Bapak.
Keputusan yang menurut saya salah adalah :
Bapak akan merangkul semua pihak termasuk pengurus lama, tapi ternyata anda melakukan pembersihan total termasuk Djoko Driono dan Iman Arif. Walaupun kedua orang ini secara kasat mata adalah pion NH NB, tapi secara kwalitas mereka bagus. Mungkin karena anda takut bahwa kedua orang ini akan jadi trojan horse, maka anda membuangnya. Anda tidak sadar kalau trojan horse sebenarnya diletakkan di EXCO PSSI, yang tentu lebih berpengaruh dibanding hanya seorang manajer TimNas. Maka Anda akan selalu kesulitan membuat keputusan karena EXCO punya hak suara.
Anda kurang halus dalam berpolitik. Terlihat saat anda berkeinginan merangkul klub LPI agar masuk Liga Level I, dengan keputusan yang berubah ubah. Mulai 32 klub menjadi 24 klub,lalu sekarang 18 klub. Dengan tetap memasukan 6 klub secara gratis ke Level I. Kalau anda beralasan bahwa mereka adalah klub ikon sepakbola INDONESIA , itu adalah benar. Pecinta Bola INDONESIA hampir pasti kenal PERSEBAYA, PSM, PSMS juga suporter fanatiknya. Anda terlalu kasar dan kurang sabar memasukkan mereka ke Level I. Harusnya awal awal anda gelar konggres dulu tuk mencabut sanksi pada PERSEMA dan PERSIBO juga menganulir keputusan Liga 18 klub di konggres Bali menjadi 20 klub guna memasukan PSM,PERSEMA dan PERSIBO. Anda tidak perlu kuwatir liga akan lebih dari 20 klub, karena cepat atau lambat Pelita dan Persisam akan keluar sendiri dan membuat liga tandingan yang tentunya akan ajak temen temen satu pohon. Karena sejak awal mereka sudah separuh hati di bawah pimpinan Anda. Anda kurang sabar dengan memaksakan PERSEBAYA, PSMS dan Bontang FC masuk Level I. Jika teori liga tandingan itu terjadi, anda masukin saja mereka dengan dalih lolos verifikasi terbaik dari Level II untuk menggenapi 20 klub liga. Dan andaikata liga tandingan tak ada, anda cukup bersabar semusim kompetisi, karena saya yakin PSMS, PERSEBAYA dan Bontang FC akan promosi ke Level I karena kwalitas satu tingkat diatas klub Level II lainnya. Anda harus belajar bagaimana NH dan NB menyelamatkan PELITA JAYA dan DELTRAS dengan secara halus mendegradasikan PERSEBAYA dan PERSIK Kediri.
Anda dan penyokong terlalu kasar dalam mengambil alih klub besar dari tangan anak buah NH NB, dengan memihak satu kubu dalam dwalisme kepemimpinan di klub klub tersebut. Anda seharusnya cukup mempengaruhi anggota klub persija untuk melakukan pemilihan PT mana yang di inginkan. Jika kubu Fery menang anda tak perlu kuwatir mereka akan tetap setia pada NH , karena saya melihat Fery ini hanya ingin mengibarkan namanya sendiri. Dengan langsung memihak satu kubu, anda telah melukai perasaan Jakmania yang menjadi anti pati pada anda. Begitu pula dengan Arema, seharusnya anda cukup memasukan Trojan Horse di kubu Rendra Krisna dengan jalan islah. Dibelakang Rendra Krisna ada Aremania yang rupanya lupa tindakan NH pada mereka dulu.
Anda dan penyokong anda terlalu serakah dengan menguasai sebagian besar saham LPI walaupun akhirnya anda melunak. Tapi terlambat karena BOM WAKTU konggres Bali sudah terlajur berjalan dan sudah memakan korban pikiran ORANG ORANG PENGURUS KLUB. 99 % banding 30 % jelas mereka akan memilih angka yang besar. Walaupun si pembuat janji 99% saham itu dulu pernah kesulitan membayar hadiah juara Divisi Utama dan Piala INDONESIA , ORANG PINTAR PENGURUS KLUB akan tetap melihat fatamorgana 99% ini yang lebih menguntungkan.
Anda salah menempatkan orang di bagian kompetisi. Terlihat dari mereka menyusun jadwal yang ambur dan adul. Mungkin kesulitan membuat jadwal dikarenakan ada klub yang cuma cari aman dengan berdiri di antara pintu neraka dan surga. Dalam batin mereka ingin LPI karena jelas legal dan bisa ke champion asia, lahirnya ikut LSI agar mereka dianggap eksis dan punya suara. Benarkah mereka berpedoman statuta dan konggres Bali ? Tidak. Mereka hanya ingin dianggap ada dan kebetulan beberapa dikuasai oleh ORANG KALAH dulu. Kalau benar mereka berpegang statuta , kemanakah mereka dulu ketika statuta di putar balik oleh NH untuk kepentingannya. Mereka waktu itu tidur dan nunggu reformis macam PERSEBAYA ,PSM dan PERSEMA bergerak. Jadi kelompok LSI berpegang statuta...OMONG KOSONG.
Saya mengkritik demi kebaikan Bapak Djohar juga Bapak AP da GT yang sudah banyak berkorban. Mengkritik harus memberi saran dan usul, kalau tidak bisa, sama saja saya seperti KOMNASHAM yang cuma pinter cari kutu.
Saran saya :
Bapak adalah Djohar Arifin Bukan SBY. Bapak tidak perlu mewarisi sifat ragu dan alon alon waton mumet. Tegas Cepat Tepat dalam keputusan harus di punyai seorang pemimpin banyak musuh seperti anda. Jangan Plinplan yang hanya menurunkan harga ucapan Bapak Djohar. Sabdo Pandito Ratu. Kasih deadline tegas Klub yang plin plan masuk LPI. Agar tidak menyulitkan jadwal Liga. Kalau memang mereka di LPI dengan syarat syarat yang Bapak tidak bisa penuhi, katakan saja "Maaf silahkan ke LSI bila anda ingin kesana". Tak perlu merengek mengiba, biarpun itu sekelas Persipura atau Sriwijaya. Karena klub yang tak berpendirian seperti ini, bilamana di tengah kompetisi Anda melakukan kesalahan, maka Anda akan dijadikan oleh mereka sasaran tembak. Anda hanya kehilangan 18 klub dari ratusan anggota PSSI. Asal anda bisa NGEWONGKE yang ratusan klub ini, 18 klub ini akan balik kandang sendiri. Anda punya legitimasi. Anda tahu bahwa diluar liga resmi itu adalah break away legue yang jelas tidak diakui FIFA. Anda tak perlu banyak ngomong dan main ancam. Cukup jadikan LPI benar profesional dan bagus dalam permainan. Dan jangan anak tirikan divisi bawahnya seperti liga kemaren. Tunjukan bahwa anda juga peduli pada mereka dengan kejelasan liga dan dananya. Arah tujuan LSI adalah membuat liga tandingan agar memancing FIFA mem-Blacklist PSSI dan menimpakan kesalahan pada anda.
Ganti Wim dengan RD atau Jacksen Tiago. Karena Wim sudah jelas gagal. Jangan takut pada AP. Pelatih TimNas INDONESIA haruslah orang yang mengerti karakter orang INDONESIA atau minimal orang ASEAN. Karena orang INDONESIA bak besi baja. Salah menempa hanya akan jadi dragon pompa yang mudah patah, tapi bila pandai menempa, ORANG INDONESIA bisa seperti pedang Damaskus yang bisa jadi senjata mematikan. RD lebih ahli dibandingkan WIM atau Alfred. Lihatlah pemain Papua yang luar biasa ditangan RD atau juga Jacksen Tiago. Benar anda telah memutus kontrak Alfred Riedl, karena saya melihat dia sudah kehilangan ketegasannya setelah final AFF. Dia sudah kalah dengan tekanan politik dan kurang bisa membimbing pemain macam TIBO. Pernah Bima Sakti dulu tidak punya klub saat membela TimNas. Atau Park Chu Young hanya membela Korea University waktu bergabung dengan TimNas walau akhirnya masuk Seoul FC. Jadi alasana riedl menolak pemain LPI lebih karena tekanan politik. Jika anda mengganti WIM dengan RD, maka ada poin plus di dapat dari suporter INDONESIA.
Anda jangan takut ancaman boikot suporter dan penonton INDONESIA seperti yang di gemborkan salah satu fans klub. Karena yang dibutuhkan pecinta bola INDONESIA adalah sepak bola yang bagus dan enak dilihat. Buktinya adalah TimNas 23 yang luar biasa permainannya mampu menarik sekian ribu penonton ke stadion.
Buatlah Liga kelompok umur dengan standarisasi sistem yang dianut TimNas. Agar tidak ada kesulitan lagi waktu dipanggil TimNas. Tak Perlu kirim team ikut liga luar negeri yang hanya membuang duit tapi gagal. Sudah pernah ada Primavera, Baretti dan SAD yang terbukti mandul waktu diadu. Lebih baik panggil pelatih luar untuk mengajari pelatih INDONESIA agar tahu melatih sepakbola yang baik dan benar.
Saya tidak bermaksud menggurui hanya menyampaikan pandangan saya. Karena saya jengkel dengan POLTIKUS yang memanfaatkan sepakbola INDONESIA menjadi ladang kekisruhan dan cari dukungan. Sekian moga yang lain membaca dan menambahi kritik dan saran demi kemajuan sepak bola INDONESIA. Ingat jangan kehilangan moment sea games ... by; Riankla
Tulisan saya lebih saya tujukan pada pengurus PSSI terutama Pak DJOHAR. Karena saya melihat Bapak sebenarnya adalah orang yang baik, setidaknya diantara dari KUMPULAN ORANG ORANG YANG MERASA MENGURUS BOLA INDONESIA. Apa yang kurang dari Bapak adalah ketegasan dan keberanian. Sehingga kekurangan yang Bapak miliki dimanfaatkan ORANG ORANG PINTAR untuk menghancurkan semua rencana anda. Anda adalah ketua PSSI yang dipilih oleh sebagian besar pemilik suara,61 banding 39. Yang artinya mempunyai kuasa untuk membuat perencanaan dan keputusan. Tapi karena anda ORANG YANG BAIK dan PERAGU, jadilah rencana dan keputusan anda bak hembusan angin. Bahkan dimanfaatkan ORANG PINTAR untuk menghancurkan reputasi anda. Saya tidak tahu apakah sifat BAIK dan RAGU ini akibat Bapak harus balas budi pada penyokong Bapak. Yang akhirnya jadi bumerang bagi anda.
Pak Djohar harus ingat, bahwa di INDONESIA, Menang itu adalah kebanggaan dan KALAH itu adalah kehinaan. Jadi orang yang kalah sulit untuk mengakuinya, dan sebisa mungkin untuk menghalangi rencana orang yang menang. Apalagi orang yang menang itu membuat keputusan yang salah dan tidak familer. Maka orang yang kalah akan berubah seperti Kurawa dalam cerita Abimanyu Ranjap. Semua bersiap untuk meranjab Bapak.
Keputusan yang menurut saya salah adalah :
Bapak akan merangkul semua pihak termasuk pengurus lama, tapi ternyata anda melakukan pembersihan total termasuk Djoko Driono dan Iman Arif. Walaupun kedua orang ini secara kasat mata adalah pion NH NB, tapi secara kwalitas mereka bagus. Mungkin karena anda takut bahwa kedua orang ini akan jadi trojan horse, maka anda membuangnya. Anda tidak sadar kalau trojan horse sebenarnya diletakkan di EXCO PSSI, yang tentu lebih berpengaruh dibanding hanya seorang manajer TimNas. Maka Anda akan selalu kesulitan membuat keputusan karena EXCO punya hak suara.
Anda kurang halus dalam berpolitik. Terlihat saat anda berkeinginan merangkul klub LPI agar masuk Liga Level I, dengan keputusan yang berubah ubah. Mulai 32 klub menjadi 24 klub,lalu sekarang 18 klub. Dengan tetap memasukan 6 klub secara gratis ke Level I. Kalau anda beralasan bahwa mereka adalah klub ikon sepakbola INDONESIA , itu adalah benar. Pecinta Bola INDONESIA hampir pasti kenal PERSEBAYA, PSM, PSMS juga suporter fanatiknya. Anda terlalu kasar dan kurang sabar memasukkan mereka ke Level I. Harusnya awal awal anda gelar konggres dulu tuk mencabut sanksi pada PERSEMA dan PERSIBO juga menganulir keputusan Liga 18 klub di konggres Bali menjadi 20 klub guna memasukan PSM,PERSEMA dan PERSIBO. Anda tidak perlu kuwatir liga akan lebih dari 20 klub, karena cepat atau lambat Pelita dan Persisam akan keluar sendiri dan membuat liga tandingan yang tentunya akan ajak temen temen satu pohon. Karena sejak awal mereka sudah separuh hati di bawah pimpinan Anda. Anda kurang sabar dengan memaksakan PERSEBAYA, PSMS dan Bontang FC masuk Level I. Jika teori liga tandingan itu terjadi, anda masukin saja mereka dengan dalih lolos verifikasi terbaik dari Level II untuk menggenapi 20 klub liga. Dan andaikata liga tandingan tak ada, anda cukup bersabar semusim kompetisi, karena saya yakin PSMS, PERSEBAYA dan Bontang FC akan promosi ke Level I karena kwalitas satu tingkat diatas klub Level II lainnya. Anda harus belajar bagaimana NH dan NB menyelamatkan PELITA JAYA dan DELTRAS dengan secara halus mendegradasikan PERSEBAYA dan PERSIK Kediri.
Anda dan penyokong terlalu kasar dalam mengambil alih klub besar dari tangan anak buah NH NB, dengan memihak satu kubu dalam dwalisme kepemimpinan di klub klub tersebut. Anda seharusnya cukup mempengaruhi anggota klub persija untuk melakukan pemilihan PT mana yang di inginkan. Jika kubu Fery menang anda tak perlu kuwatir mereka akan tetap setia pada NH , karena saya melihat Fery ini hanya ingin mengibarkan namanya sendiri. Dengan langsung memihak satu kubu, anda telah melukai perasaan Jakmania yang menjadi anti pati pada anda. Begitu pula dengan Arema, seharusnya anda cukup memasukan Trojan Horse di kubu Rendra Krisna dengan jalan islah. Dibelakang Rendra Krisna ada Aremania yang rupanya lupa tindakan NH pada mereka dulu.
Anda dan penyokong anda terlalu serakah dengan menguasai sebagian besar saham LPI walaupun akhirnya anda melunak. Tapi terlambat karena BOM WAKTU konggres Bali sudah terlajur berjalan dan sudah memakan korban pikiran ORANG ORANG PENGURUS KLUB. 99 % banding 30 % jelas mereka akan memilih angka yang besar. Walaupun si pembuat janji 99% saham itu dulu pernah kesulitan membayar hadiah juara Divisi Utama dan Piala INDONESIA , ORANG PINTAR PENGURUS KLUB akan tetap melihat fatamorgana 99% ini yang lebih menguntungkan.
Anda salah menempatkan orang di bagian kompetisi. Terlihat dari mereka menyusun jadwal yang ambur dan adul. Mungkin kesulitan membuat jadwal dikarenakan ada klub yang cuma cari aman dengan berdiri di antara pintu neraka dan surga. Dalam batin mereka ingin LPI karena jelas legal dan bisa ke champion asia, lahirnya ikut LSI agar mereka dianggap eksis dan punya suara. Benarkah mereka berpedoman statuta dan konggres Bali ? Tidak. Mereka hanya ingin dianggap ada dan kebetulan beberapa dikuasai oleh ORANG KALAH dulu. Kalau benar mereka berpegang statuta , kemanakah mereka dulu ketika statuta di putar balik oleh NH untuk kepentingannya. Mereka waktu itu tidur dan nunggu reformis macam PERSEBAYA ,PSM dan PERSEMA bergerak. Jadi kelompok LSI berpegang statuta...OMONG KOSONG.
Saya mengkritik demi kebaikan Bapak Djohar juga Bapak AP da GT yang sudah banyak berkorban. Mengkritik harus memberi saran dan usul, kalau tidak bisa, sama saja saya seperti KOMNASHAM yang cuma pinter cari kutu.
Saran saya :
Bapak adalah Djohar Arifin Bukan SBY. Bapak tidak perlu mewarisi sifat ragu dan alon alon waton mumet. Tegas Cepat Tepat dalam keputusan harus di punyai seorang pemimpin banyak musuh seperti anda. Jangan Plinplan yang hanya menurunkan harga ucapan Bapak Djohar. Sabdo Pandito Ratu. Kasih deadline tegas Klub yang plin plan masuk LPI. Agar tidak menyulitkan jadwal Liga. Kalau memang mereka di LPI dengan syarat syarat yang Bapak tidak bisa penuhi, katakan saja "Maaf silahkan ke LSI bila anda ingin kesana". Tak perlu merengek mengiba, biarpun itu sekelas Persipura atau Sriwijaya. Karena klub yang tak berpendirian seperti ini, bilamana di tengah kompetisi Anda melakukan kesalahan, maka Anda akan dijadikan oleh mereka sasaran tembak. Anda hanya kehilangan 18 klub dari ratusan anggota PSSI. Asal anda bisa NGEWONGKE yang ratusan klub ini, 18 klub ini akan balik kandang sendiri. Anda punya legitimasi. Anda tahu bahwa diluar liga resmi itu adalah break away legue yang jelas tidak diakui FIFA. Anda tak perlu banyak ngomong dan main ancam. Cukup jadikan LPI benar profesional dan bagus dalam permainan. Dan jangan anak tirikan divisi bawahnya seperti liga kemaren. Tunjukan bahwa anda juga peduli pada mereka dengan kejelasan liga dan dananya. Arah tujuan LSI adalah membuat liga tandingan agar memancing FIFA mem-Blacklist PSSI dan menimpakan kesalahan pada anda.
Ganti Wim dengan RD atau Jacksen Tiago. Karena Wim sudah jelas gagal. Jangan takut pada AP. Pelatih TimNas INDONESIA haruslah orang yang mengerti karakter orang INDONESIA atau minimal orang ASEAN. Karena orang INDONESIA bak besi baja. Salah menempa hanya akan jadi dragon pompa yang mudah patah, tapi bila pandai menempa, ORANG INDONESIA bisa seperti pedang Damaskus yang bisa jadi senjata mematikan. RD lebih ahli dibandingkan WIM atau Alfred. Lihatlah pemain Papua yang luar biasa ditangan RD atau juga Jacksen Tiago. Benar anda telah memutus kontrak Alfred Riedl, karena saya melihat dia sudah kehilangan ketegasannya setelah final AFF. Dia sudah kalah dengan tekanan politik dan kurang bisa membimbing pemain macam TIBO. Pernah Bima Sakti dulu tidak punya klub saat membela TimNas. Atau Park Chu Young hanya membela Korea University waktu bergabung dengan TimNas walau akhirnya masuk Seoul FC. Jadi alasana riedl menolak pemain LPI lebih karena tekanan politik. Jika anda mengganti WIM dengan RD, maka ada poin plus di dapat dari suporter INDONESIA.
Anda jangan takut ancaman boikot suporter dan penonton INDONESIA seperti yang di gemborkan salah satu fans klub. Karena yang dibutuhkan pecinta bola INDONESIA adalah sepak bola yang bagus dan enak dilihat. Buktinya adalah TimNas 23 yang luar biasa permainannya mampu menarik sekian ribu penonton ke stadion.
Buatlah Liga kelompok umur dengan standarisasi sistem yang dianut TimNas. Agar tidak ada kesulitan lagi waktu dipanggil TimNas. Tak Perlu kirim team ikut liga luar negeri yang hanya membuang duit tapi gagal. Sudah pernah ada Primavera, Baretti dan SAD yang terbukti mandul waktu diadu. Lebih baik panggil pelatih luar untuk mengajari pelatih INDONESIA agar tahu melatih sepakbola yang baik dan benar.
Saya tidak bermaksud menggurui hanya menyampaikan pandangan saya. Karena saya jengkel dengan POLTIKUS yang memanfaatkan sepakbola INDONESIA menjadi ladang kekisruhan dan cari dukungan. Sekian moga yang lain membaca dan menambahi kritik dan saran demi kemajuan sepak bola INDONESIA. Ingat jangan kehilangan moment sea games ... by; Riankla
Ang orihinal na artikulo o pinagkunan makikita dito
No comments:
Post a Comment