Rekaman percakapan telepon teroris Norwegia Anders Breivik dengan polisi akhirnya diperdengarkan untuk pertama kalinya pada warga Norwegia pada Kamis lalu. Dalam percakapan berdurasi 36 detik tersebut, Breivik mengatakan ia akan menyerahkan diri.
Di awal percakapan, Breivik memperkenalkan diri sebagai komandan gerakan anti komunis Norwegia, dalam percakapan yang bocor pada stasiun televisi TV2. Selanjutnya, seperti dimuat kantor berita BBC, ia berkata sedang berada di Utoya dan akan menyerahkan diri.
Namun ketika diminta menyebutkan ulang nama dan nomor teleponnya, Breivik langsung menutup telepon. Setelah itulah, pria berpaham ekstrim kanan ini melakukan aksi penembakan terhadap 69 orang di Utoya selama kurang lebih dua puluh menit.
Breivik menelepon polisi untuk kedua kalinya setelah membantai korban, namun percakapan kedua ini hanya tersedia dalam bentuk transkrip. Suara Breivik terdengar putus-putus mengatakan, "Saya telah menyelesaikan misi saya... Jadi saya ingin... Menyerahkan diri."
Pengacara para korban, John Christian Elden, meragukan keinginan Breivik untuk menyerahkan diri dalam rekaman tersebut. Selain itu, menurut Elden, perilisan rekaman tersebut hanya akan menambah luka bagi keluarga korban dan korban selamat.
"Keluarga korban tidak akan senang mendengar rekaman itu. Apalagi untuk para korban selamat yang ada di lokasi, yang mendengar teriakan-teriakan mengerikan itu," katanya seperti dimuat harian Telegraph.
Di sisi lain, pengacara Breivik, Geir Lippestad, mengatakan sulit memahami kondisi kliennya dalam rekaman. Ia mengaku tak paham mengapa Breivik meneruskan menembak setelah berkata akan menyerahkan diri pada telepon pertama.
Di awal percakapan, Breivik memperkenalkan diri sebagai komandan gerakan anti komunis Norwegia, dalam percakapan yang bocor pada stasiun televisi TV2. Selanjutnya, seperti dimuat kantor berita BBC, ia berkata sedang berada di Utoya dan akan menyerahkan diri.
Namun ketika diminta menyebutkan ulang nama dan nomor teleponnya, Breivik langsung menutup telepon. Setelah itulah, pria berpaham ekstrim kanan ini melakukan aksi penembakan terhadap 69 orang di Utoya selama kurang lebih dua puluh menit.
Breivik menelepon polisi untuk kedua kalinya setelah membantai korban, namun percakapan kedua ini hanya tersedia dalam bentuk transkrip. Suara Breivik terdengar putus-putus mengatakan, "Saya telah menyelesaikan misi saya... Jadi saya ingin... Menyerahkan diri."
Pengacara para korban, John Christian Elden, meragukan keinginan Breivik untuk menyerahkan diri dalam rekaman tersebut. Selain itu, menurut Elden, perilisan rekaman tersebut hanya akan menambah luka bagi keluarga korban dan korban selamat.
"Keluarga korban tidak akan senang mendengar rekaman itu. Apalagi untuk para korban selamat yang ada di lokasi, yang mendengar teriakan-teriakan mengerikan itu," katanya seperti dimuat harian Telegraph.
Di sisi lain, pengacara Breivik, Geir Lippestad, mengatakan sulit memahami kondisi kliennya dalam rekaman. Ia mengaku tak paham mengapa Breivik meneruskan menembak setelah berkata akan menyerahkan diri pada telepon pertama.
Ang orihinal na artikulo o pinagkunan makikita dito
No comments:
Post a Comment